Pewarta: Azis Chemoth
Besuki – Aktivis Eko Siti Jenar kembali melontarkan pesan keras, yang terdengar seperti cermin buram politik-sosial hari ini. Ia menyinggung keberanian menyampaikan kebenaran, meski sadar risiko terbesarnya adalah dibenci oleh mereka yang hidup nyaman dari kebohongan.
“Jikalau kau cukup berani dan punya nyali untuk mengatakan sebuah kebenaran, maka bersiaplah kau untuk dibenci oleh mereka yang kenyang makan dari kebohongan,” tulis Eko, dengan tanda tangan khasnya: Sang D.P.O – Siti Jenar From Besuki City.
Sindiran itu seolah menampar banyak pihak, dari pejabat yang gemar memelihara pencitraan, hingga “buzzer” yang menjual opini layaknya dagangan di pasar malam.
“Hampir semua orang memilih meyakini sesuatu bukan karena bukti, tetapi karena apa yang terdengar manis dari tukang tepuk tangan di sekitarnya,” tulisnya lagi.
Menurut Eko, banjir informasi hari-hari ini ironisnya membuat sebagian masyarakat makin malas berpikir. “Asal cocok dengan selera, langsung dipercaya. Padahal bisa jadi itu hanya bisikan penjilat yang sedang cari makan,” tambahnya.
Tak ketinggalan, ia menutup dengan sapaan: “Selamat malam para manusia baperan. (Mungkin pesan ini juga termasuk untuk saya).”
Unggahan itu sontak jadi bahan perbincangan. Ada yang merasa digelitik, ada yang merasa disindir, sementara sebagian lainnya memilih diam mungkin karena terlalu sibuk menjaga topengnya masing-masing.
Pesan Eko kali ini jelas: di tengah riuh politik dan hiruk-pikuk sosial, berkata jujur bisa membuatmu miskin teman, tapi setidaknya tidak membuatmu kaya kebohongan.













