Pewarta: Listo
Situbondo – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Situbondo kembali melaksanakan program Cangkruk Bareng Lalu Lintas (CABARTAS) di cafe Ayah Bunda sebagai upaya membangun kesadaran tertib lalu lintas di kalangan masyarakat (19/9/2025).
Acara ini dirancang untuk memperkuat sinergi antara aparat kepolisian, instansi terkait, tokoh masyarakat, hingga komunitas otomotif dan bengkel modifikasi. Surat undangan resmi dari Polres Situbondo mencatat sebanyak 22 perwakilan yang diundang untuk hadir dalam kegiatan tersebut.
Dari jajaran pejabat instansi pemerintah, hadir Dishub Kabupaten Situbondo, Satpol PP Situbondo, Lurah Mimbaan, hingga perwakilan Kepala Desa Duwet. Sementara dari unsur tokoh masyarakat, tercatat nama Tomas H. Hosnan, Tomas H. Subariyanto,

Selain itu, Reno Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Situbondo bersama jajarannya juga diundang, bersama sejumlah owner bengkel motor dan garasi otomotif yang tersebar di berbagai wilayah Situbondo. Beberapa di antaranya adalah Bengkel R2 Garage, Bengkel Mogasari, Bengkel Tomank, Bengkel Tambak Garasi, hingga komunitas bengkel kreatif seperti Bengkel Polo Motor “Gacoan” dan Bengkel Vtok “Kletak Patek”.
Kasatlantas Polres Situbondo, AKP Nanang Hendra Irawan, S.H., M.H., dalam keterangannya menyebutkan bahwa keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan ini merupakan langkah nyata untuk bersama-sama mencari solusi atas berbagai persoalan lalu lintas, termasuk fenomena balap liar dan pelanggaran lalu lintas yang melibatkan kalangan muda.
“Melalui Cangkruk Bareng Lalu Lintas ini, kami ingin menghadirkan ruang dialog santai tetapi bermakna. Semua pihak, baik instansi pemerintah, tokoh masyarakat, maupun pemilik bengkel, punya peran penting dalam mendidik dan mengarahkan generasi muda agar tertib berlalu lintas,” ujarnya.

Sementara itu, Azis Chemoth selaku owner R2 Garage menilai bahwa persoalan balap liar tidak akan mungkin bisa diberantas jika penanganannya masih menggunakan cara-cara lama. Ia menegaskan, perlu adanya ruang atau wadah resmi bagi anak muda Situbondo pecinta balap motor untuk menyalurkan bakatnya secara positif.
“Pihak kepolisian maupun pihak terkait lainnya tidak akan mungkin bisa memberantas balap liar apabila dalam menangani fenomena ini hanya dengan cara lama, tanpa memberikan tempat bagi anak muda untuk menyalurkan bakatnya. Kalau diarahkan dengan benar, mereka justru bisa mengharumkan nama Situbondo di bidang balap motor,” tegas Azis Chemoth.

Acara ini pun diharapkan mampu mempererat komunikasi antara aparat penegak hukum dan masyarakat, sehingga terbentuk kesadaran kolektif untuk menciptakan jalan raya yang aman, tertib, dan nyaman bagi semua pengguna.
Dengan menggandeng berbagai kalangan, Polres Situbondo optimistis program CABARTAS dapat menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan, bukan hanya seremonial sesaat.













