3 Jenis Produk Terlaris Saat Pandemi Bisa Jadi Inspirasi Bisnis UmkmĀ – Di masa pandemi corona COVID-19 yang terus berkembang, sektor ekonomi di Indonesia terkena dampak yang signifikan terutama Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Konsumen pun diharuskan untuk keluar dari zona nyaman mereka demi mempertahankan hidup.

Salah satu caranya adalah dengan berbelanja daring karena harus lebih banyak berada di rumah. Selama pandemi, ada sejumlah produk yang sangat diminati. CEO & Founder Pomona and Zeeus, Benz Budiman, mengungkapkan, ada tiga kategori produk yang diminati oleh masyarakat dan banyak dibeli saat pandemi dan memasuki era new regular.

Kategori farmasi

Produk-produk farmasi ini banyak dibeli oleh masyarakat saat PSBB maupun karantina mandiri dan ternyata masih berlanjut sampai era new regular ini. Banyak masyarakat yang membeli produk kesehatan seperti masker, hand sanitizer, vitamin, dan produk farmasi lainnya,” ungkapnya saat diskusi digital, dengan tema Pemulihan Ekonomi di Masa New Normal, Benz menambahkan, kategori produk farmasi sebelum terjadi pandemi Covid-19 hanya 16 persen masyarakat yang membelinya. Namun sejak pandemi, penjualan beragam produk kesehatan naik drastis sekitar 48 persen.

Bahan-bahan Masakan

Produk ini akan tetap banyak dicari oleh masyarakat karena masih banyak yang memilih untuk berkegiatan memasak saat dirumah untuk mengisi waktu luang. Selain itu memasak sendiri di rumah dianggap lebih aman dan bersih dibanding makan di luar rumah.

perawatan rumah

Menurut Benz, sebelum ada pandemi hanya ada 17 persen masyarakat yang membeli produk ini, tapi kini naik drastis sebesar 33 persen.

“Menurut kami, tiga produk ini akan masih tetap bergeliat dan banyak dibeli oleh masyarakat di masa new regular. Ini juga bisa menjadi inspirasi dan kesempatan bagi pelaku UMKM. Kalau mau menaikkan transaksi usahanya, bisa memasukan tiga produk itu,” terangnya.

3 Produk Terlaris Saat Pandemi Bisa Jadi Inspirasi Bisnis UMKM.

Selain itu, bisa juga jadi inspirasi atau pertimbangan bagi mereka yang ingin memulai usaha, terutama yang memakai platform daring. Menurut Leonard Theosabrata selaku Direktur Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (SMESCO) dalam kesempatan yang sama, ada tambahan sekitar 301.115 UMKM yang telah beralih ke media digital dalam kurun waktu tiga minggu.

“Namun jumlah itu baru sekitar 300 persen dari 640,2 juta pelaku UMKM atau berarti baru sekitar 8,3 juta UMKM yang beralih ke digitalisasi,” terang Leonard.

Hal itu membuat Pomona dan Zeeus selaku aplikasi dan sarana perluasan jaringan mengubah lini bisnis mereka dengan misi utama, pemulihan ekonomi UMKM. Pomona yang dulu merupakan sarana cashback sekarang berubah menjadi platform digital lokapasar dan penjual ulang (reseller) untuk produ-produk lokal.

Mereka ingin dapat menginspirasi UMKM Indonesia. Hal tersebut untuk memiliki strategi bisnis yang akan membuat usaha mereka tidak hanya bertahan di tengah ketidakpastian, namun juga berkembang lebih baik lagi.