JAKARTA – Survei dari platform perbandingan harga Telunjuk.com menunjukkan tiga merek perawatan kulit lokal menguasai lima besar merek terlaris di tiga platform dagang elektronik di Indonesia.

Telunjuk.com dalam siaran pers, dikutip Rabu (16/9) mengutip data dari Compas Market Insight Dashboard periode 8 Agustus–7 September 2020 mencatat, merek lokal Lacoco, Avoskin dan Somethinc berada di lima besar merek dengan penjualan dan transaksi tertinggi di Shopee, Bukalapak dan Tokopedia.

Some by Mi dan Cetaphil

Dua merek lainnya, yaitu Some by Mi dan Cetaphil, merupakan produk yang didatangkan dari luar negeri.
Rata-rata penjualan kelima merek tersebut mencapai Rp500 juta dan lebih dari sixty three.000 transaksi selama periode tersebut.

Lacoco

Dengan produk Bust Fit Concentrate Serum menyumbang transaksi terbanyak dengan complete penjualan lebih dari Rp4 miliar.
Salah satu alasan membeli merek-merek tersebut adalah karena mereka menawarkan kemasan yang kecil. Ukuran kemasan kecil itu membuat produk yang dijual dengan harga lebih murah.

Avoskin

Merek Avoskin memiliki produk favorit Perfect Hydrating Treatment Essence ukuran 30 mililiter (ml), yang lebih diminati sixty eight,forty five% dibandingkan dengan ukuran yang 100ml.

Masyarakat lebih tertarik membeli ukuran yang lebih kecil karena lebih praktis. Serta ada perbedaan harga mencapai 40% dibandingkan ukuran besar. Rata-rata produk favorit dari merk-merk tersebut dijual tidak lebih dari Rp300.000.

Perjalanan industri kosmetik lokal di Indonesia tak selalu secantik namanya.

Kepopuleran kosmetik merek mancanegara terus menggempur industri kosmetik lokal di Indonesia. Beberapa tahun terakhir, industri kosmetik Korea Selatan (Korsel), Jepang, dan China makin populer di tengah masyarakat Indonesia.

Namun, peluang untuk merebut pasar Indonesia bukanlah sebuah hal yang mustahil. Indonesia merupakan pasar terbesar di Asia Tenggara dengan populasi mencapai 260 juta jiwa.

Berdasarkan analisis Switzerland Global Enterprise (2018), Indonesia diprediksi menjadi lima besar pasar kosmetik terbesar di dunia dalam 5-10 tahun mendatang.

Merujuk knowledge BPS, pada triwulan I tahun 2020, kinerja industri kimia, farmasi dan obat tradisional (termasuk sektor kosmetik) mengalami pertumbuhan yang gemilang sebesar 5,fifty nine%.

Bahkan, di tengah tekanan dampak pandemi covid-19, kelompok manufaktur ini mampu memberikan kontribusi signfikan terhadap devisa melalui capaian nilai ekspornya yang menembus US$317 juta pada semester I-2020. Atau, naik 15,2% dibanding periode sama tahun sebelumnya.

“Indikator tersebut menunjukkan bahwa industri farmasi Indonesia tumbuh dengan pesat dan mampu menyediakan sekitar 70% dari kebutuhan obat dalam negeri,” urai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Doddy Rahadi lewat keterangannya di Jakarta, Minggu (2/9/2020). (Leo Wisnu Susapto)