BeritaEkonomi dan Bisnis

Harga Buyback Emas Antam Naik 30% Sejak Awal Tahun, Sentimen The Fed Jadi Pemicu

Portal Narasi
×

Harga Buyback Emas Antam Naik 30% Sejak Awal Tahun, Sentimen The Fed Jadi Pemicu

Sebarkan artikel ini
Harga Buyback Emas Antam
Buyback Emas Antam Naik 30% (portalnarasi.com)
Reading Time: 2 minutesReading Time: 2 minutes

JAKARTA – Harga buyback emas Antam terus menunjukkan penguatan signifikan sepanjang 2025. Berdasarkan data Logam Mulia per Sabtu (23/8/2025), nilai buyback tercatat Rp1.779.000 per gram, meningkat Rp17.000 dibandingkan posisi sebelumnya. Jika dibandingkan dengan awal tahun di level Rp1.365.000, kenaikannya mencapai 30,32 persen.

Meski demikian, harga tersebut masih berada di bawah rekor tertinggi sepanjang masa yang sempat menyentuh Rp1.888.000 pada 22 April 2025. Buyback emas sendiri merupakan proses menjual kembali emas batangan maupun perhiasan ke Antam, biasanya dengan harga lebih rendah dibandingkan harga jual. Kendati margin harga jual dan buyback berbeda, investor tetap berpotensi meraih keuntungan jika selisihnya cukup besar.

Sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 34/PMK.10/2017, transaksi buyback emas batangan di atas Rp10 juta dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemilik NPWP, dan 3 persen bagi yang tidak memiliki NPWP. Pajak ini langsung dipotong dari total nilai buyback.

Kenaikan harga emas belakangan ini juga tidak lepas dari perkembangan kebijakan moneter Amerika Serikat. Ketua The Federal Reserve, Jerome Powell, dalam pidatonya yang dikutip Bloomberg pada Sabtu (23/8/2025), menyatakan pihaknya masih berhati-hati dalam menentukan arah suku bunga acuan.

“Stabilitas tingkat pengangguran dan indikator tenaga kerja lainnya memungkinkan kami untuk lebih cermat dalam mengevaluasi perubahan sikap kebijakan,” ujar Powell. Ia menegaskan bahwa meskipun peluang pemangkasan suku bunga ada, ruang untuk itu masih terbatas dalam kebijakan saat ini.

Powell juga menambahkan bahwa perubahan proyeksi dan risiko inflasi bisa saja memaksa The Fed menyesuaikan arah kebijakan. Sentimen tersebut membuat dolar AS dan imbal hasil obligasi melemah, sementara harga emas global melonjak hingga 1,1 persen.

Trending:
Presiden Prabowo Perintahkan Pengawasan Ketat Proyek Negara

Logam mulia kerap diuntungkan ketika suku bunga lebih rendah karena dianggap sebagai aset lindung nilai. “Dengan meningkatnya spekulasi pemangkasan suku bunga AS setelah pernyataan Powell, peluang emas untuk kembali menembus rekor tertinggi terbuka lebar,” kata Ewa Manthey, analis komoditas ING Groep NV. Ia menilai pidato Ketua The Fed menjadi katalis utama yang selama ini ditunggu pasar untuk memperkuat reli harga emas tahun ini. (red)