Pewarta: Azis Chemoth
SITUBONDO – Dusun Paddeg, Desa Besuki, Kecamatan Besuki, tiba-tiba berubah menjadi “arena horor” Sabtu (27/9/2025) ketika Rendi alias Bejo (30), mantan residivis lokal, mendemonstrasikan bakat terpendamnya dalam olahraga ekstrem menggunakan balok kayu dan sekrup sebagai “alat senam” terhadap tetangganya, lansia Buk Mardiyeh alias Buk To.
Menurut saksi mata, aksi Rendi berlangsung spontan, mungkin terinspirasi oleh mabuk berat dan dorongan adrenalin dadakan. Jeritan korban sempat terdengar, tetapi sayangnya, tidak ada yang sempat menawarkan popcorn atau kursi penonton.

Buk Mardiyeh kini sedang “rehat total” di RSUD Besuki, menikmati layanan intensif rumah sakit sambil keluarga menunda urusan hukum karena… prioritas utama tetap kesehatan lansia, bukan drama peradilan.
H. Rahmatullah, tokoh masyarakat, memberikan komentar pedas. “Orang tua seharusnya dihormati, bukan dijadikan target latihan bela diri eksperimental,” ujarnya.

Warga setempat kini hidup dengan sensasi “thriller” setiap kali Rendi melintas, mengingat catatan kriminalnya yang panjang dan perilaku mabuk yang tak bisa diprediksi. Sebagian warga bahkan mulai melatih refleks mereka, siapa tahu sewaktu-waktu harus menghindar dari balok kayu yang beterbangan.
Beberapa tetangga mengatakan bahwa melihat Rendi mabuk kini termasuk “hiburan berisiko tinggi” di Dusun Paddeg. Sementara itu, lansia di sekitar mulai mempertimbangkan kursus bela diri ringan, sambil berharap lingkungan bisa memberikan “pencegahan non-darah” untuk masa depan.
Kejadian ini jelas mengajarkan satu hal: di Situbondo, waspada itu wajib, dan kadang-kadang, balok kayu bisa menjadi “alat edukasi sosial” yang tak terduga.











